Ada kalanya aku merasakan jenuh yang tidak terkira, merasakan kesedihan yang menyesakkan dada, dan kegundahan yang melelehkan air mata sepanjang malam. Ada kalanya juga aku merasa bahwa hidupku terasa sia - sia. Semua terasa begitu membosankan, begitu berat dirasakan dan begitu pahit tertelan. Sampai - sampai ke putus asa an pun menghampiri. Merasa diri paling sengsara di dunia, paling menyedihkan dan paling hancur. Jika sudah seperti itu akhirnya yang terjadi adalah jatuh dalam keterpurukan... serasa Tuhan menjauh dari hidupku. Padahal aku lah yang menjauh dari Tuhan dan bersoraklah iblis melihat aku jatuh dalam cobaannya.
Namun begitulah hidup... semua manusia pasti pernah merasakan pada titik jenuh... dimana kita hanya bisa menyesali, mengumpat, menangis dan terus bertanya mengapa begini oh Tuhan... mengapa begitu oh Tuhan... serasa sudah melakukan usaha yang paling keras namun Tuhan tidak mau mendengarkan. Padahal kalau kita sadari itu adalah kesalahan kita, dimana tak mungkin Tuhan langsung mengabulkan doa yang memaksa. Kita diijinkan masuk dalam cobaan tidak lain adalah untuk kita bisa menjadi lebih kuat dalam iman atau tidak.
Berbicara masalah iman hanya kita dan Tuhan yang tau seberapa besar iman kita, orang lain tak berhak menilai namun hanya bisa menerka dan melihat saja. Iman yang benar tidak akan kita pamer-pamerkan.. karena itu berarti kita sudah menerima upahnya hanya segitu saja. Aku juga merasa aku ini pendosa, bahkan terkadang aku begitu takut Tuhan memurkai aku..namun karena aku percaya Tuhan itu penuh kasih.. aku merasakan Tuhan begitu Mulia menerimaku dengan keadaan apapun..Terimakasih Tuhan Yesus...
Kembali dalam kejenuhan...terkadang aku berfikir kalau aku tak pernah bahagia. Aku selalu bertanya dalam hati kenapa begitu mudah orang menyakiti aku. Apa yang salah dengan hidupku padahal aku selalu mencintai dengan sepenuh hati orang - orang yang aku kasihi dan aku sayangi. Namun sekali lagi...cinta tanpa ujian bukanlah cinta yang mendalam, karena penderitaanlah yang mengukur seberapa dalam cinta kita.
Kini tiada henti rasa syukurku pada Tuhan.. setelah melewati masa keterpurukkan dengan tuntunan Tuhan aku menemukan diriku sendiri dan juga cintaku yang sebenarnya. Walau semua harus terlewati dengan segala kepahitan namun janji Tuhan memberikan anggur dan gandum begitu nyata... Terimakasih Tuhan.. Kau beri aku kekuatan yang tak pernah aku pikirkan bahwa aku bisa melewati semua ini dengan baik. Meski jalan masih terjal namun aku yakin jalanMu akan begitu indah bagiku esok hari. Terimakasih Tuhan..Engkaulah kota bentengku, gunung batuku dan Engkau berkati kami dengan cinta kasih yang tiada tara...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar